Minggu, 15 Maret 2009

Smell Train

Untuk kesekian kalinya alarm ditelepon genggamku berbunyi, namun aku snoze dan snoze lagi. Hingga tepat pada pukul enam pagi aku baru benar-benar tersadar dari tidur malamku.

"ya ampun, telaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaat!"
Ya begitulah kira-kira kegiatanku setiap pagi. Namun kali ini aku benar-benar terlambat. Cepat-cepat aku pergi mandi dan berangkat menuju stasiun kereta kecil di daerahku. Namun ternyata kereta yang akan kutumpangi terlambat datang karena mengalami kerusakan pada bagian mesinnya. Menambah keterlambatanku saja, padahal aku harus pergi ke kampus.

Setelah lima menit aku menunggu, terdengar suara yang keluar dari pengeras suara yang mengumumkan bahwa para calon penumpang Kereta Api Patas tujuan Bandung diharapkan masuk ke kereta Kahuripan sebagai kereta pengganti. Bagiku ini tidak adil, kereta Patas yang biasanya aku tumpangi adalah kereta Bisnis yang lumayan bersih dan "eksklusif" untuk para pengguna kereta lokal harus diganti dengan kereta ekonomi yang datang dari kediri menuju padalarang.

Dengan sangat terpaksa akupun menaiki kereta tersebut, tak apalah, daripada aku terlambat sampai di kampus. Ini untuk pertama kalinya aku menginjakkan kakiku dikereta ini. Kesan pertama yang aku dapat adalah "bau..", ya maklumlah didalamnya terdapat orang-orang yang sedang melakukan perjalanan dari Kediri menuju Bandung kurang lebih selama 17 jam. Jadi terhembuslah aroma-aroma yang yang kurang enak untuk dicium. Tapi bukan hanya itu saja, mereka juga melepaskan sepatu dan kaos kaki mereka diatas kursi, juga mengangkat kaki mereka yang pastinya bau, ke atas kursi yang menambah bau keadan sekeliling.

Sebenarnya bau tersebut dapat diminimalisir bila para pengguna kereta bisa lebih menjaga sikapnya. Salah satunya mereka harus menjaga sopan-santunnya agar tidak mengangkat kaki mereka keatas kursi tempat duduknya.***

By Yuli Kusniawati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar